[COPY REVIEW] Materi Seminar Sehari Stimulasi Multi Sensori dan Perawatan BBL

11.29.00 nia 0 Comments



Disalin dari slide handout materi dalam Seminar Sehari –Pelatihan Stimulasi Multi Sensori & Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir oleh Johnson&Johnson di RS Santosa Bandung Central 22 Agustus 2015)


Bahasan : Stimulasi Multi sensori

a.       Kebutuhan akan Stimulasi untuk Tumbuh Kembangnya

Sejak dilahirkan panca indera bayi berperan penting dalam proses tumbuh kembangnya yang menghubungkan dengan keluarga dan lingkungan.
Murray, 2012. menyatakan bahwa stimulasi multisensori akan bermanfaat bila terjadi secara bersamaan, terintegrasi dan terkait satu sama lain.
Pendidikan dan pelatihan merupakan cikal bakal proses pembelajaran anak. Stimulasi dini diperlukan dalam proses belajar ini, dimana stimulasi ini didapatkan lewat rangsangan dari lingkungan, terutama pada interaksi pertama dengan orang tua.

b.      Sensori/Indra Penglihatan (Vision)

Kontak mata merupakan bagian penting dari komunikasi dengan bayi. Karena saat indera penglihatan bayi berkembang, ia akan belajar mengenai koordinasi mata-tangan termasuk di dalamnya memegang dan meraih objek. Kualitas kontak mata penting dalam menciptakan komunikasi dan bonding dengan bayi.

c.       Sensori/Indra Penciuman/Bau (Smell)

Sensori penciuman merupakan dasar tumbuh kembang bayi. Bayi sangat terkesan dengan bau sekelilingnya saat baru dilahirkan. Bau yang menyenangkan buat bayi (wanginya sesuai dengan sensitifitas indra penciuman bayi) terbukti bisa meningkatkan ketenangan, perhatian dan mood bayi serta mengurangi stres pada bayi.

d.      Sensori/Indra Pendengaran (Hearing)

Pendengaran bayi mulai berkembang saat janin berusia 23 minggu kehamilan dan merespon terhadap suara. Pendengaran bermanfaat dalam proses belajar bahasa dan menstimulasi perkembangan otak.
Dari penelitian yang dilakukan pada 272 bayi prematur (usia 32minggu), terbukti kualitas tidurnya lebih baik bila dinyanyikan lagu pengiring tidur oleh orang tuanya.

e.      Sensori/Indra Sentuhan (Touch)

Indera peraba merupakan indera pertama yang terbentuk sejak di dalam rahim
Pada bayi baru lahir, dekapan atau proses skin to skin ke dada ibunya akan menenangkan bayi dan menstabilka detak jantungnya. Sentuhan juga memicu lepasnya hormon oksitosin yang semakin menguatkan “perasaan kedekatan” (bonding). Indera ini membantu bayi belajar bentuk dan tekstur.

f.        Sensori/Indra Pengecap (Taste)

Sebelum 7 bulan, bayi menggunakan mulutnya : mulut mempunyai lebih banyak pusat syaraf per square milimeter daripada bagian tubuh lainnya.

g.       Stimulasi Indera dan Manfaatnya

Bonding : Dari sejak bayi dilahirkan, ia akan menggunakan inderanya untuk melanjutkan bonding yang dimulai dari kandungan.
Perkembangan fisik:
Saat indera penglihatan bayi berkembang, ia akan belajar mengenai koordinasi mata-tangan
Saat bayi mulai belajar bergerak, selain melatih keahlian mobilitasnya akan ada banyak stimulasi multisensori yang terjadi pada dirinya.
Kemampuan komunikasi

h.      Pengalaman Sensorial bayi

Bath Time: eye contact (visual), verbalisasi dengan baby talk, sentuhan ibu dan aroma sabun bayi
Infant massage:  manfaat fisik (meningkatkan kerja sistem pencernaan dan penyerapan juga meningkatkan kualitas tidur) dan manfaat emosional (kemampuan sosialisasi lewat gapaian tangan, senyum dan kontak mata)
Bed Time Routine
1. Mandi air hangat yang bisa menenangkan 
2. Pijat bayi untuk meningkatkan bonding dan mengurangi stress 
3. Quiet Time (menyanyikan lagu nina bobo atau membacakan cerita atau hanya berbicara pada bayi tentang aktivitas seharian)


Bahasan :  Stimulasi Pijat Bayi

a.       Definisi Stimulasi Pijat Bayi

Stimulasi Pijat bayi adalah salah satu jenis stimulasi dini yang dilakukan terhadap bayi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Pijat sendiri merupakan terapi sentuh tertua yang dikenal manusia sebagai seni perawatan dan pengobatan yang telah dipraktikkan sejak berabad-abad.
Proses lahir ke dunia merupakan pengalaman traumatis bagi bayi, dan yang paling menakutkan baginya adalah hilangnya sentuhan keamanan dan kenyamanan yang dirasakan seperti ketika berada di dalam rahim (air ketuban).
Sentuhan dan pijat bayi rutin memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan nyaman pada bayi.

b.      Bagaimana Stimulasi Pijat Bayi memberikan Stimulasi Multisensori

Saat dilakukan stimulasi pijat:
-visual, terjadi kontak mata, melihat ekspresi ibu saat memijat
-auditori: komunikasi verbal, suara musik
-penciuman: baby oil dengan sensorial fragrance (wangi dengan sensitifitas indera penciuman bayi)
-Sentuhan: taktil dan kinestetik
-bonding antara ibu (orang tua) dan bayi

c.       Manfaat Stimulasi Pijat Bayi
-Memperbaiki sistem imun
-Membantu ibu untuk berlatih relaksasi
-Membuat tidur lebih lelap dan lama
-membantu pengaturan sistem pencernaan, respirasi dan sirkulasi
-Membantu meredakan ketidaknyamanan
-Membantu menurunkan produksi hormon stresor
-Membantu mengatasi gangguan tidur

Pemateri : Ida Maryati, M.Kep. Sp.Mat (Universitas Padjadjaran)
Bahasan : New Guideline on Neonatal Skin Care by AWHONN

AWHONN : Association of Women’s Health, Obstetric and Neonatal Nurses
Setiap rekomendasi dalam guideline AWHONN ini dilengkapi dengan bukti penelitian yang mendukung (Evidence Based References).

a.       Tujuan : Menyediakan para perawat (sertifikasi) dengan rekomendasi klinik praktis untuk neonatal skin care berdasarkan pada bukti-bukti penelitian terbaik yang ada.

b.      Quality of Evidence Rating

I – Bukti literatur dari minimal penelitian terkontrol acak atau meta-analisis
II-1 – Bukti literatur dari penelitian yang terkontrol namun tidak dilakukan secara acak
II-2 – Bukti literatur dari penelitian Cohort atau studi Case Control dari beberapa negara/pusat penelitian
II-3 – Bukti dari beberapa kumpulan data dari waktu yang berbeda
III – Pendapat dari para ahli berdasarkan pengalaman klinis atau kesimpulan dari beberapa komite ahli

c.       Highlights dari Edisi Ketiga

Bathing : Beberapa studi terbaru menunjukkan beberapa manfaat ditemukan saat memandikan bayi dengan metode berendam
Diaper Dermatitis : Ada cara mengevaluasi tinja bayi untuk membantu perawat menentukan perawatan kulit yang tepat dalam appendix B
Disinfectants : FDA mengeluarkan peringatan antiseptik kulit yang mengandung CHG (Chlorhexidine Gluconat) untuk hati-hati digunakan pada bayi prematuratau bayi usia kurang dari 2 bulan karena bisa menyebabkan kulit terbakar
Medical Adhesive :  Tehnologi terbaru diperkenalkan untuk mengurangi kerusakan kulit akibat perekat yaitu mengandung silicone dan bebas alkohol, namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk keamanan kulit bayi baru lahir
Product Selection Consideration : Appendix dilampirkan sebagai panduan bagi HCP dan orang tua dalam memilih produk perawatan kulit yang aman bagi bayi baru lahir

d.      5 Principal Bathing

1.Higenitas Tangan HCP (cuci tangan bersih)
2.Standard Precaution (menggunakan sarung tangan saat memandikan BBL pertama kali – mengurangi risiko terpapar kuman dari air ketuban)
3.Disinfeksi Bath equipments (sebelum dan sesudah mandi)
4.Enviromental Control (Suhu ruangan, Suhu air 38-40⁰c, tutup pintu ruangan mandi, handuk hangat dan kering)
5.Air kran hangat

e.      Panduan pemilihan sabun mandi bayi

1.Sabun dengan formulasi yang tidak mengiritasi (sabuh dengan pH 5,5-7,0, tidak mengiritasi, tidak mengganggu pH normal kulit, tidak menyebabkan pedih di mata)
2.Hindari sabun antiseptik
f.        3 rekomendasi memandikan bayi
1.Sponge Bathing – menggunakan wash cloth/lap
2.(Tub) Immersion Bathing
3.Swaddle (Bedong)

g.       Post Bathing

1.keringkan dengan handuk hangat dan pasang topi kepala & bungkus dengan selimut hangat  untuk mencegah heat loss dan tangisan
2.kurang dari 10menit telah dipakaikan baju bersih, ganti penutup kepala dan berselimut hangat
3.jika kulit bayi kering dan mengelupas, oleskan baby lotion (emollient) pada bayi (emollient/pelembap terbukti melindungi integritas sistem pertahanan kulit – Blume-Peytavi et. al. 2009:III)

h.      First Bath pada BBL

1.Diberikan setelah newborn mencapai suhu dan kardio-respiratory yang stabil (idealnya tunggu hingga 2 jam) atau suhu ketiak 36,8⁰C)
2.Lama first bath sekitar 5-10 menit
3.Menggunakan air kran dan pH netral atau sabun yang sedikit asam untuk membersihkan sisa darah dan air ketuban
3.Biarkan vernix pada kulit, jangan digosok keras-keras

i.         Routine Bathing

1.Routine bathing dapat menghilangkan kotoran dan menjaga kebersihan keseluruhan
2.Edukasi orang tua tentangcara memandikan dengan aman:
-Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian saat mandi
-Selalu putar kran water heater ke suhu rendah, dan cek air sebelum dimasukkan ke air
-Hati-hati untuk menyeleksi produk mandi bayi, pilih yang lembut, tidak mengiritasi kulit dan mata

j.        Vernix Caseosa

Manfaatnya untuk Bayi Baru Lahir:
1.Melindungi bayi dari infeksi
2.Mengurangi skin permeability dan TEWL
3.Skin cleansing
4.Pelembap kulit alami
5.pH development
6.Wound healing (mempercepat penyembuhan luka)
7.Temperature regulation

k.       Emollients (Pelembap)

1.Bermanfaat menjaga integritas kulit
2.Saat digunakan diharapkan untuk menjaga sterilitas emollient
3.Dipakai sebelum phototherapy
4.Baik digunakan pada bayi sehat yang lahir di usia kehamilan cukup bulan dengan atopic dermatitis.

l.         Skin Breakdown

Lebih beresiko pada :
1.Bayi lahir di bawah 32 minggu
2.edema
3.Dehidrasi
4.imobilitas
5.bayi dengan penggunaan vasopresor, endotracheal atau nasogastric tube
6.luka operasi
7.frekuensi tinggi ventilator
Menjaga dan Mengurangi resiko kerusakan kulit dengan :
1.amati setiap 1-4jam bagi bayi yang dipasang alat-alat medis
2.Gunakan alat yang bisa mengurangi kerusakan kulit seperti padding, matras, selimut.
3.Mengoleskan petroleum zalf, terutama pada perineal area

m.    Perawatan tali pusat

1.Segera bersihkan tali pusat dan sekelilingnya sebelum mandi
2.Menggunakan sarung tangan, cuci tangan sebelum dan sesudah perawatan
3.Selanjutnya biarkan tali pusat mengering dengan sendirinya
4.Jaga supaya aseptik untuk menghindari kontaminasi
5.Biarkan penjepit tali pusat terbuka atau tutup dengan kain bersih kering yang longgar
6.Hindari terkena urin dan tinja
7.Pastikan tidak terjadi infeksi, bila menemukan tanda-tanda infeksi segera konsultasi ke dokter terdekat.

n.      Diaper Dermatitis

Mengurangi resiko Diaper Dermatitis:
1.Ganti popok tiap 1-3 jam di siang hari dan setidaknya sekali di malam hari. Area genital harus bersih dan hindari menggosok bagian tubuh saat membersihkan
2.Gunakan cream petroleum atau zinc oxide setiap ganti popok
3.pengolesan antibiotik salep tidak dianjurkan pada keseharian. Jika ada tanda infeksi segera konsultasi ke dokter
4.Menghindari penggunaan popok yang mengiritasi

o.      Transepidermal Water Loss (TEWL)

Upaya mengurangi TEWL:
1.Menjaga kelembapan ruangan 70% lebih hingga 7 hari awal kehidupan
2.Setelah 1 minggu perlahan turunkan kelembapan ruangan menjadi 50% hingga usia 28 hari.
3.mempertimbangkan untuk menggunakan topical ointment

“Halogen (spotlight) fototerapi meningkatkan TEWL sebanyak 20%” (Grunhagen, De Boer, De Beaufort & Walter, 2011; II-2)


kredit untuk para pemateri dan johnson&johnson selaku penyelenggara





0 komentar: