[COPY REVIEW] Materi Seminar Sehari Stimulasi Multi Sensori dan Perawatan BBL
Disalin dari slide handout materi dalam Seminar Sehari
–Pelatihan Stimulasi Multi Sensori & Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir oleh
Johnson&Johnson di RS Santosa Bandung Central 22 Agustus 2015)
Pemateri : Dr. dr. Meita Dhamayanti, Sp.A (K), M.Kes
Bahasan : Stimulasi Multi sensori
a.
Kebutuhan akan Stimulasi untuk Tumbuh Kembangnya
Sejak dilahirkan panca indera bayi berperan
penting dalam proses tumbuh kembangnya yang menghubungkan dengan keluarga dan
lingkungan.
Murray, 2012. menyatakan bahwa stimulasi
multisensori akan bermanfaat bila terjadi secara bersamaan, terintegrasi dan
terkait satu sama lain.
Pendidikan dan pelatihan merupakan cikal
bakal proses pembelajaran anak. Stimulasi dini diperlukan dalam proses belajar
ini, dimana stimulasi ini didapatkan lewat rangsangan dari lingkungan, terutama
pada interaksi pertama dengan orang tua.
b.
Sensori/Indra Penglihatan (Vision)
Kontak mata merupakan bagian penting dari
komunikasi dengan bayi. Karena saat indera penglihatan bayi berkembang, ia akan
belajar mengenai koordinasi mata-tangan termasuk di dalamnya memegang dan
meraih objek. Kualitas kontak mata penting dalam menciptakan komunikasi dan
bonding dengan bayi.
c.
Sensori/Indra Penciuman/Bau (Smell)
Sensori penciuman merupakan dasar tumbuh
kembang bayi. Bayi sangat terkesan dengan bau sekelilingnya saat baru
dilahirkan. Bau yang menyenangkan buat bayi (wanginya sesuai dengan
sensitifitas indra penciuman bayi) terbukti bisa meningkatkan ketenangan,
perhatian dan mood bayi serta mengurangi stres pada bayi.
d.
Sensori/Indra Pendengaran (Hearing)
Pendengaran bayi mulai berkembang saat
janin berusia 23 minggu kehamilan dan merespon terhadap suara. Pendengaran
bermanfaat dalam proses belajar bahasa dan menstimulasi perkembangan otak.
Dari penelitian yang dilakukan pada 272
bayi prematur (usia 32minggu), terbukti kualitas tidurnya lebih baik bila
dinyanyikan lagu pengiring tidur oleh orang tuanya.
e.
Sensori/Indra Sentuhan (Touch)
Indera peraba merupakan indera pertama yang
terbentuk sejak di dalam rahim
Pada bayi baru lahir, dekapan atau proses
skin to skin ke dada ibunya akan menenangkan bayi dan menstabilka detak
jantungnya. Sentuhan juga memicu lepasnya hormon oksitosin yang semakin
menguatkan “perasaan kedekatan” (bonding). Indera ini membantu bayi belajar
bentuk dan tekstur.
f.
Sensori/Indra Pengecap (Taste)
Sebelum 7 bulan, bayi menggunakan mulutnya
: mulut mempunyai lebih banyak pusat syaraf per square milimeter daripada
bagian tubuh lainnya.
g.
Stimulasi Indera dan Manfaatnya
Bonding : Dari sejak bayi dilahirkan, ia
akan menggunakan inderanya untuk melanjutkan bonding yang dimulai dari
kandungan.
Perkembangan fisik:
Saat indera penglihatan bayi berkembang, ia
akan belajar mengenai koordinasi mata-tangan
Saat bayi mulai belajar bergerak, selain
melatih keahlian mobilitasnya akan ada banyak stimulasi multisensori yang
terjadi pada dirinya.
Kemampuan komunikasi
h.
Pengalaman Sensorial bayi
Bath Time: eye contact (visual),
verbalisasi dengan baby talk, sentuhan ibu dan aroma sabun bayi
Infant massage: manfaat fisik (meningkatkan kerja sistem
pencernaan dan penyerapan juga meningkatkan kualitas tidur) dan manfaat
emosional (kemampuan sosialisasi lewat gapaian tangan, senyum dan kontak mata)
Bed Time Routine:
1. Mandi air hangat yang
bisa menenangkan
2. Pijat bayi untuk meningkatkan bonding dan mengurangi stress
3. Quiet Time (menyanyikan lagu nina bobo atau membacakan cerita atau hanya
berbicara pada bayi tentang aktivitas seharian)
Pemateri : dr.Rodman Tarigan, Sp.A(K)
Bahasan : Stimulasi
Pijat Bayi
a.
Definisi Stimulasi Pijat Bayi
Stimulasi Pijat bayi adalah salah satu
jenis stimulasi dini yang dilakukan terhadap bayi untuk mengoptimalkan tumbuh
kembangnya. Pijat sendiri merupakan terapi sentuh tertua yang dikenal manusia
sebagai seni perawatan dan pengobatan yang telah dipraktikkan sejak
berabad-abad.
Proses lahir ke dunia merupakan pengalaman
traumatis bagi bayi, dan yang paling menakutkan baginya adalah hilangnya
sentuhan keamanan dan kenyamanan yang dirasakan seperti ketika berada di dalam
rahim (air ketuban).
Sentuhan dan pijat bayi rutin memberikan
jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan
nyaman pada bayi.
b.
Bagaimana Stimulasi Pijat Bayi memberikan
Stimulasi Multisensori
Saat dilakukan stimulasi pijat:
-visual, terjadi kontak mata, melihat
ekspresi ibu saat memijat
-auditori: komunikasi verbal, suara musik
-penciuman: baby oil dengan sensorial
fragrance (wangi dengan sensitifitas indera penciuman bayi)
-Sentuhan: taktil dan kinestetik
-bonding antara ibu (orang tua) dan bayi
c.
Manfaat Stimulasi Pijat Bayi
-Memperbaiki sistem imun
-Membantu ibu untuk berlatih relaksasi
-Membuat tidur lebih lelap dan lama
-membantu pengaturan sistem pencernaan,
respirasi dan sirkulasi
-Membantu meredakan ketidaknyamanan
-Membantu menurunkan produksi hormon
stresor
-Membantu mengatasi gangguan tidur
Pemateri
: Ida Maryati, M.Kep. Sp.Mat (Universitas Padjadjaran)
Bahasan
: New Guideline on Neonatal Skin Care by AWHONN
AWHONN
: Association of Women’s Health, Obstetric and Neonatal Nurses
Setiap
rekomendasi dalam guideline AWHONN ini dilengkapi dengan bukti penelitian yang
mendukung (Evidence Based References).
a.
Tujuan : Menyediakan para perawat (sertifikasi)
dengan rekomendasi klinik praktis untuk neonatal skin care berdasarkan pada
bukti-bukti penelitian terbaik yang ada.
b.
Quality of Evidence Rating
I – Bukti literatur dari minimal penelitian
terkontrol acak atau meta-analisis
II-1 – Bukti literatur dari penelitian yang
terkontrol namun tidak dilakukan secara acak
II-2 – Bukti literatur dari penelitian
Cohort atau studi Case Control dari beberapa negara/pusat penelitian
II-3 – Bukti dari beberapa kumpulan data
dari waktu yang berbeda
III – Pendapat dari para ahli berdasarkan
pengalaman klinis atau kesimpulan dari beberapa komite ahli
c.
Highlights dari Edisi Ketiga
Bathing : Beberapa studi terbaru
menunjukkan beberapa manfaat ditemukan saat memandikan bayi dengan metode
berendam
Diaper Dermatitis : Ada cara mengevaluasi
tinja bayi untuk membantu perawat menentukan perawatan kulit yang tepat dalam
appendix B
Disinfectants : FDA mengeluarkan peringatan
antiseptik kulit yang mengandung CHG (Chlorhexidine Gluconat) untuk hati-hati
digunakan pada bayi prematuratau bayi usia kurang dari 2 bulan karena bisa
menyebabkan kulit terbakar
Medical Adhesive : Tehnologi terbaru diperkenalkan untuk
mengurangi kerusakan kulit akibat perekat yaitu mengandung silicone dan bebas
alkohol, namun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk keamanan kulit bayi
baru lahir
Product Selection Consideration : Appendix
dilampirkan sebagai panduan bagi HCP dan orang tua dalam memilih produk
perawatan kulit yang aman bagi bayi baru lahir
d.
5 Principal Bathing
1.Higenitas Tangan HCP (cuci tangan bersih)
2.Standard Precaution (menggunakan sarung
tangan saat memandikan BBL pertama kali – mengurangi risiko terpapar kuman dari
air ketuban)
3.Disinfeksi Bath equipments (sebelum dan
sesudah mandi)
4.Enviromental Control (Suhu ruangan, Suhu
air 38-40⁰c,
tutup pintu ruangan mandi, handuk hangat dan kering)
5.Air kran hangat
e.
Panduan pemilihan sabun mandi bayi
1.Sabun dengan formulasi yang tidak
mengiritasi (sabuh dengan pH 5,5-7,0, tidak mengiritasi, tidak mengganggu pH
normal kulit, tidak menyebabkan pedih di mata)
2.Hindari sabun antiseptik
f.
3 rekomendasi memandikan bayi
1.Sponge Bathing – menggunakan wash
cloth/lap
2.(Tub) Immersion Bathing
3.Swaddle (Bedong)
g.
Post Bathing
1.keringkan dengan handuk hangat dan pasang
topi kepala & bungkus dengan selimut hangat
untuk mencegah heat loss dan tangisan
2.kurang dari 10menit telah dipakaikan baju
bersih, ganti penutup kepala dan berselimut hangat
3.jika kulit bayi kering dan mengelupas,
oleskan baby lotion (emollient) pada bayi (emollient/pelembap terbukti
melindungi integritas sistem pertahanan kulit – Blume-Peytavi et. al. 2009:III)
h.
First Bath pada BBL
1.Diberikan setelah newborn mencapai suhu
dan kardio-respiratory yang stabil (idealnya tunggu hingga 2 jam) atau suhu
ketiak 36,8⁰C)
2.Lama first bath sekitar 5-10 menit
3.Menggunakan air kran dan pH netral atau
sabun yang sedikit asam untuk membersihkan sisa darah dan air ketuban
3.Biarkan vernix pada kulit, jangan digosok
keras-keras
i.
Routine Bathing
1.Routine bathing dapat menghilangkan
kotoran dan menjaga kebersihan keseluruhan
2.Edukasi orang tua tentangcara memandikan
dengan aman:
-Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian
saat mandi
-Selalu putar kran water heater ke suhu
rendah, dan cek air sebelum dimasukkan ke air
-Hati-hati untuk menyeleksi produk mandi
bayi, pilih yang lembut, tidak mengiritasi kulit dan mata
j.
Vernix Caseosa
Manfaatnya untuk Bayi Baru Lahir:
1.Melindungi bayi dari infeksi
2.Mengurangi skin permeability dan TEWL
3.Skin cleansing
4.Pelembap kulit alami
5.pH development
6.Wound healing (mempercepat penyembuhan
luka)
7.Temperature regulation
k.
Emollients (Pelembap)
1.Bermanfaat menjaga integritas kulit
2.Saat digunakan diharapkan untuk menjaga
sterilitas emollient
3.Dipakai sebelum phototherapy
4.Baik digunakan pada bayi sehat yang lahir
di usia kehamilan cukup bulan dengan atopic dermatitis.
l.
Skin Breakdown
Lebih beresiko pada :
1.Bayi lahir di bawah 32 minggu
2.edema
3.Dehidrasi
4.imobilitas
5.bayi dengan penggunaan vasopresor,
endotracheal atau nasogastric tube
6.luka operasi
7.frekuensi tinggi ventilator
Menjaga dan Mengurangi resiko kerusakan
kulit dengan :
1.amati setiap 1-4jam bagi bayi yang
dipasang alat-alat medis
2.Gunakan alat yang bisa mengurangi
kerusakan kulit seperti padding, matras, selimut.
3.Mengoleskan petroleum zalf, terutama pada
perineal area
m.
Perawatan tali pusat
1.Segera bersihkan tali pusat dan sekelilingnya
sebelum mandi
2.Menggunakan sarung tangan, cuci tangan
sebelum dan sesudah perawatan
3.Selanjutnya biarkan tali pusat mengering
dengan sendirinya
4.Jaga supaya aseptik untuk menghindari
kontaminasi
5.Biarkan penjepit tali pusat terbuka atau
tutup dengan kain bersih kering yang longgar
6.Hindari terkena urin dan tinja
7.Pastikan tidak terjadi infeksi, bila
menemukan tanda-tanda infeksi segera konsultasi ke dokter terdekat.
n.
Diaper Dermatitis
Mengurangi resiko Diaper Dermatitis:
1.Ganti popok tiap 1-3 jam di siang hari
dan setidaknya sekali di malam hari. Area genital harus bersih dan hindari
menggosok bagian tubuh saat membersihkan
2.Gunakan cream petroleum atau zinc oxide
setiap ganti popok
3.pengolesan antibiotik salep tidak
dianjurkan pada keseharian. Jika ada tanda infeksi segera konsultasi ke dokter
4.Menghindari penggunaan popok yang
mengiritasi
o.
Transepidermal Water Loss (TEWL)
Upaya mengurangi TEWL:
1.Menjaga kelembapan ruangan 70% lebih
hingga 7 hari awal kehidupan
2.Setelah 1 minggu perlahan turunkan
kelembapan ruangan menjadi 50% hingga usia 28 hari.
3.mempertimbangkan untuk menggunakan
topical ointment
“Halogen (spotlight) fototerapi
meningkatkan TEWL sebanyak 20%” (Grunhagen, De Boer, De Beaufort & Walter,
2011; II-2)
kredit untuk para pemateri dan johnson&johnson selaku penyelenggara

0 komentar: